Dirgahayu Kakak Najwa yang kelima tahun

Tinggalkan komentar


daftar-harga-beras-hari-ini-september-2015

Awal tahun 2015 yg lalu ada cerita yang sangat berkesan hingga kini, saat saya masih terikat dengan salah satu perusahaan Astra Group. Rutin setiap kamis saya memberikan training Excel Advance. Hari itu peserta lain daripada yang lain, sebab dihadiri oleh level kepala departemen. Sebuah acara training yang dikemas dengan sayalah pemateri utamanya.

Sudah tentu saya diperlakukan dengan segenap rasa hormat, apalagi ketika tugas itu dengan baik saya tuntaskan hingga sore hari, forum itu lalu memandang saya penuh haru dan ungkapan terima kasih yang bermacam-macam, “Oh ngono carana tah!”, “Iki data sakdurunge sejam, iso dikerja’no 5 menit ae beres Kang, Suwuuun”, kata salah seorang dari mereka “muanteb kang Den training excelnya aplikatif, Keren!”, “Thanks Kang Deny, baru tahu saya sekarang bisa yan lebih cepat pakai Pivot untuk analisa data dan akurat”. Kalimat-kalimat itu jika saya himpun, akhirnya saya memiliki seluruh modal untuk menjadi besar kepala. Pada saat itulah istri saya mengirimkan pesan singkat, “Yah, tolong nanti kalau sempat, mampir ke Warung Abi, beli beras 5 liter ya!”.

SMS itu bukan kali pertama dan frase itu sangat khas istri saya, kalimatnya jelas dan padat, penuh rasa hormat dan mesra. Tetapi semesra apapun bahasanya, soal merasa terhina ini jujur yang ada disekelebat isi kepala. Apa jadinya jika peserta training mengerti bahwa Lead Trainer di hadapannya ini harus pulang sambil menenteng beras eceran?

Saya pernah pula memberikan training di hadapan anak-anak di SMK kelas III untuk pembekalan ke dunia industri dalam rangkaian acara corporate social responsibility . Di antaranya ada seorang remaja laki-laki yang tampak sangat takjub karena hampir setiap hari papasan saat prakerin di kantor dulu. Tapi anak muda inilah yang sejenak kemudian harus kaget setengah mati, ketika sepulang dari kantor ia menyalip saya dengan teman-temannya, sambil mendapati saya yang sedang bermotor bebek butut sambil kuyub terkena gerimis hujan. Saya mengerti sorot matanya dari kejauhan yang tidak cuma kaget tapi juga mungkin kecewa. “Oo bapak yang saya kagumi ini ternyata orang miskin,” begitu mungkin kata hatinya.

Saya mencintainya… kita semua pasti sepaham, jangan cuma beras, permintaan apapun jika itu datang dari pihak yang dicinta pasti akan dipenuhi. Persis seperti keinginan ngidam ini-itu. Bayangan istri dan anak-anak malah menjadi semakin begitu kuat dan keinginan saya untuk segera pulang memuncak dan di rumahlah actualnya panggung untuk saya yang sesungguhnya.

Ketakjuban kepada seseorang itu, menjadi akan sangat berbahaya dan kecenderungannya malah menimbulkan bermacam-macam persoalan bagi orang itu, yang sejatinya tak lebih dari orang-orang biasa, kehidupan yang biasa-biasa saja, kedudukannya sama, sama-sama memenuhi kebutuhan membeli beras untuk dimasak dan dimakan bersama keluarga, tak terkecuali saya.

Tapi panggung adalah dunia yang sangat kejam, yang memaksa orang biasa seperti saya ini menjadi seolah-olah luar biasa. Learning Outcome nya jelas, agar peserta training menjadi termotivasi dan dapat menjalankan amanah yang diterimanya dengan baik. Saya sebagai pihak yang dimata mereka sangat Kaffah atau faham akan arti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran dan kepedulian lebih dari pada yang lain, saya tidak hanya meramunya, meracik setiap slide sedemikian rupa, membumbuinya dengan pelbagai games, mengemasnya dan bahkan mendelivery materi tersebut kepada pihak lain, yang actualnya saya pun masih belum cukup baik untuk mempraktekkan hal-hal itu tadi. Ironi, akhir sesi training mereka berebut untuk mengajak wefi bersama pihak yang biasa ini, saya ditepuki, dimintai tanda tangan untuk dijurnal itu dan ini.

Beberapa tahun lalu di kanal youtube ada artis yang kedapatan bisa lipsync dan joget india, dan jadi geger menjadi headline disana-sini. Akibatnya jelas seorang yang biasa ini pada akhirnya benar-benar merasa dirinya sebagai luar biasa. Ke mana-mana jubah keluarbiasaan itu menggelayutinya yang actualnya memberatkan dicerita kehidupannnya. Dan masih banyak contoh yang daftar namanya bisa kita temukan berserak di Google tentang daftar orang biasa yang tidak beruntung diakhir hidupnya karena keluarbiasaan yang dicangkok paksa.

Maka SMS istri saya itu sungguh menampar saya pada realita. “mampirlah untuk membeli beras!”, menjadi semacam ajimat pengundang rasa iba yg begitu kuat, mendengung dikepala dan notifikasi yang terus menerus muncul di hati.

Sepulang dari kantor kemudian saya jalani dengan semangat yg penuh haru. Saya tunaikan pesan itu. Usai bergerumung dengan Ibu-ibu yang juga menunggui belanjanya digilir untuk dihitung di warung Abi, saya antri sambil memandangi beras lima liter dikresek berwarana merah itu, seolah bulir-bulir itu ingin mengulang kata-kata yang ingin dibersitkan oleh Istri, dan saya menangkap dengan jelas apa maksudnya: “Bahwa kamu sejatinya adalah manusia biasa saja!”.

Kami adalah keluarga pemakan sego ampok, begitu kami bahagia mendengar kabar di sudut rumah kami yang dulu di Graha Asri ada penjual nasi jagung ini. Kami cari-cari jenis sarapan yang gak kalah tenar dari Chicken Furry MC’D atau Chicken Cordon Bleu ini.

Ada frasa membangkitkan memori akan kanak-kanak dikampung dulu yang cuma ketemu nasi beras dan lauk telur separuh di kesempatan-kesempatan kendurian saja. Apalagi isteri pernah cerita membeli Endok Asin harus meberikan effort yang fantastis: mencabuti uban mbah dulu. Hingga moment memakan mie instant yang lezatnya seperti Bolognase Spagheti itu harus menunggu kalender dan mengulang usia dulu.

Liputan Warna Warni Indahnya Indonesia, B Channel TV

1 Komentar


03 Agustus 2011 – Alhamdulillah pada hari ini kembali Maharani Craft diberi kesempatan untuk dikenal masyarakat luas melalui Warna-warni Indahnya Indonesia, suatu program stasin TV B Channel.

Berikut Dokumentasinya :

Pre-Shoot

Briefing

Shoot

Shoot2

End

Testimoni dan Marketing, sangat dekat!

Tinggalkan komentar


Kreasi dari Ibu Sri Ernawati, Peserta Pelatihan Maharani Craft

” thanks sis atas pelatihanya kemaren sangat bermanfaat bagiku, ku jadi lebih tau dan dapat pengalaman baru serta ilmu baru, yg sis ajarkan dah ku coba hasilnya cukup memuaskan hati hihihi sekali lagi makasih :D”,

begitu salah satu testimoni dari peserta pelatihan dari maharani craft, Ibu Sri Ernawati seorang Guru TK di Cikarang Bekasi. Sambil memperlihatkan hasil kreasinya pada wall facebook Maharani Craft.

Sebenarnya ada beberapa testimoni yang masuk di akun Maharani Craft, antara lain :

Testimoni Peserta Pelatihan Maharani Craft

“Terimakasih bapak deny, Saya telah mengikuti pelatihanya. Pelatihannya bagus sekali, banyak ilmu dan info baru yang saya dapatkan. Ternyata pelatihan membuat kerajinan dari flanel mudah dipelajari dan menambah kreatifitas. membuka peluang usaha baru yang belum terpikirkan dalam ide. Semoga nantinya pelatihan seperti ini bisa diadakan kembali, dan terbentuk suatu komunitas pengusaha kerajinan dari flanel. Amin.”

Wiwin RupiantiIbu RT, Bekasi

“Setelah mengikuti pelatihan handmade berbahan flanel, alhamdulillah bertambah 1 ilmu lagi dalam hal wawasan ketrampilan untuk diri saya”

AntokoOwner Creative Design Grafis dan Printing, Bekasi Utara

“Setelah ikut pelatihan saya jadi ide baru dan menambah pengalaman serta ilmu baru. Suatu saat kalau saya sudah resign dari pekerjaan buat modal skill saya kelak!”

Devi EryaniKaryawati Swasta

“Makasih ya atas ilmunya, senang banget bisa ikut pelatihan ini, gak nyangka dari bahan flanel ini bisa dimodifikasi jadi banyak kreasi, jadi punya wawasan baru dech, sayang yach waktunya singkat, sukses selalu!”

Ria SetianiPemilik Al Fajr Baju Muslim, Bekasi

“Alhamdulillah, terima kasih untuk mas deny dan mas ato (mas aja ya pak, ternyata masih kelihatan muda :)) atas sharing di pelatihan kerajinan flannel dan APH kemarin. kombinasi pelatihan yang bagus, pelatihan flanelnya Hardskill, APHnya softskill, jadi terasa didorong luar dalam. rasanya kebangetan kalo belum terdorong  juga hehehe,,,”

Tulus WidiantoKaryawan Swasta, Jababeka Cikarang

“Aku sangat senang bisa ikutan pelatihan disini, menambah kreatifitas. Terima kasih buat pengajarnya, ditunggu kreasi-kreasi barunya”

ErnaKaryawati Swasta, Bintaro Jakarta Selatan

“Bagus sekali konsep pelatihannya, banyak yang bisa dikembangkan lagi, ide masih banyak yang bisa dijadikan berbagai produk”

Marlina Efik Listyanti,Karyawati Swasta, Bekasi

“Keren, Unik dan mengasah kreatifitas kita”

Dewi Fatkhur RohmahIbu RT, Cikarang Selatan

“Bisa dijadikan dasar untuk berkreatifitas dan bisa menghasilkan penghasilan atau materi. Thanks ya”

Ida SiregarIbu RT, Jagakarsa Jakarta Selatan

“Lucu, Keren. Insya Allah bisa dijadikan tambahan maupun menjadi penghasilan keluarga”

YuliMarketing dan Finance Staff, Cimanggis Jakarta Timur

Tak terasa perjalanan memberikan pelatihan membuat souvenir dari kain flanel telah menyambung ‘rezeki’, ‘silaturrahim’ dan ‘keberkahan usaha’ pada Maharani. Ucapan syukur dan terima kasih telah kami terima.

Testimonial pelanggan adalah cara yang telah terbukti untuk mempromosikan bisnis dan mempercepat siklus penjualan.Menemukan cara untuk mendapatkan pelanggan untuk memberikan testimonial yang akan mendorong bisnis Anda ke ketinggian baru!

Ready to tap into the power of testimonial marketing? 

The Power of Network, small action big impact

1 Komentar


Terlalu banyak para pengusaha UKM yang membuang-buang uang percuma, berusaha untuk mendapatkan pelanggan baru melalui cara yang sama perusahaan-perusahaan besar biasa lakukan (dengan menggunakan pemasaran massal). Iklan televisi, papan reklame, iklan majalah, surat, dll semua mahal nilainya dan sangat sulit untuk mengukur laba atas investasi yang telah kita keluarkan. Intinya mereka menghabiskan semua modal mereka pada pos promosi yang tidak memberikan nilai signifikan malahan terkadang gagal memperoleh pelanggan baru.

Bagaimana dengan promosi itu sendiri pada level UKM/ Usaha kecil?  Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari network/ jejaring/ jaringan/ bergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas adalah wadah bertemunya orang-orang lain dan tempat bertukar ide. Seperti saya yang telah 2 tahun terakhir bergabung dengan teman-teman pengusaha luar biasa dalam komunitas Tangan Di Atas dan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia.

Kenapa dalam berwirausaha harus ber-komunitas?

Setiap orang memiliki jaringan, teman, keluarga, dan pelanggan yang membutuhkan produk dan layanan setiap hari. Contohnya: ketika ada teman kita yang sedang membutuhkan komputer, kita referensikan bisnis teman kita yang baik dan jujur dalam usaha jual beli komputer. Ketika seseorang membutuhkan mekanik, kita refensikan bisnis teman kita yang bergerak dibidang mekanik. Sebagai imbalannya, orang-orang yang Anda referensikan bisnis, akan merujuk bisnis kepada Anda. Inilah yang biasa kita sebut sebagai The Power of Network. The Power of Network adalah ketika Anda mendapatkan rezeki yang tak kita kenal mengarah dan datang dari tempat-tempat yang mungkin tak terduga.

Seperti halnya pelanggan saya, dari komplek perumahan yang tidak jauh dari tempat saya tinggal. Menurutnya Toples Flanel yang kami buat itu sangat kreatif, bagus dan murah. Sehingga ia coba menawarkan ke teman-temannya. Dan alhamdulillah permintaan terus datang kepada kita. Inilah yang kita sering sebut sebagai The Power of Network.

Selanjutnya pelajari jaringan bisnis yang sudah besar pelajari kesuksesan dan kegagalanya, tujuannya untuk membantu pertumbuhan bisnis kita. Cari juga informasi tentang pameran produk sejenis yang kita tekuni. Tradeshows menjadi cara yang murah untuk memenuhi banyak pelanggan potensial satu per satu. Seperti event tahunan Inacraft misalnya, banyak buyer-buyer dari luar yang sengaja datang ke Indonesia untuk hunting perajian-perajin di Indonesia. Melalui pameran sahabat saya yang hendak memasuki pensiun di manufaktur PMA Jepang dikawasan Jababeka yaitu  Bp. Sugistiono, rutin mengirim ribuan produk recycle dari produk plastik limbah rumah tangga. Dan subhanalloh believe it or not dalam setiap bulannya bila ditotal profit yang ia raup dapat mencapai ribuan dollar.

Tertarik dengan berkomunitas?

7 pemikiran Nukman Lutfhie tentang Bisnis Online

Tinggalkan komentar


1. Selain sales, TO bisa menjadi tempat utk mengetahui animo masy.
2. Jadilah produsen yg kuat terlebih dahulu, baru memasarkan produk dalam grosir online. Hindari kalimat ‘barang sdg kosong’.
3. Barang cacat kirim hrs sesegera mungkin diganti, sbb pelanggan adalah asset.
4. Produk bagus, domain bagus n karakter melayani, wajib dimiliki seorang pebisnis online
5. Rata2 pengunjung TO itu hanya 30 detik, sebab web tdk menarik. Fakta!
6. Pengemasan yg baik adalah rapih. Tidak harus mahal.
7. Customer Insight.

Muhammad Seorang Pedagang, Ippho Santosa

Tinggalkan komentar


Muhammad seorang pedagang
Janji selalu Ia pegang
Melayani dengan tenang
Pantaslah pembeli senang

Muhammad seorang pedagang
Berbohong adalah pantang
Ungkap dengan terus terang
Mudahlah rezeki datang

Muhammad sebagai pedagang
Menipu adalh terlarang
Sempurna ketika menimbang
Menakar tak pernah kurang

Muhammad sebagai pedagang
Tiada yang Ia samarkan
Al- Amin gelar terpandang
Buah dari kejujuran

Usai mendengar bonus lagu ini dari buku 7 Keajaiban Rezeki Ippho Santosa, meledak ghirah berdagang saya.

Persiapan Siaran : Persiapan Mental dan Materi

Tinggalkan komentar


Bayangin aja, saat kamu seorang artis atau penyanyi ngetop gila yang akan tampil di hadapan jutaan penonton. Tentunya kan udah dipersiapkan konsep panggung, custom, blocking penari latar , lighting dan sebagainya. Bahkan, jauh-jauh hari sebelumnya kondisi fisik sudah dipersiapkan agar tampil prima.

Nah, begitu juga apa yang harus dilakukan seorang penyiar. Sebelum siaran harus memperhatikan materi siarannya. Info apa yang mau dibaca, siapa yang mau diwawancarai, lagu apa yang akan dimainkan.
Intinya, sebelum siaran, hal yang paling penting diperhatikan adalah ; materi siaran, run down acara, bahan mentah atau yang udah jadi dari produser. Terlebih jika ada acara khusus misalnya wawancara narasumber penting.

Kebayang ga kalo kamu tiba-tiba ditugasin interview Justin Bieber atau bahkan seorang pejabat Negara ?

Selain materi, hal lain yang harus diperhatikan adalah mental. Kenapa ? karena setiap penyiar kadang-kadang juga kehilangan kepercayaan diri saat harus siaran, belum lagi jika saat siaran banyak kejadian penting yang harus disampaikan kepada pendengar. Teror bom misalnya atau kecelakaan beruntun, pesawat jatuh. Dimana hal ini menuntut penyiar untuk bisa mewawancarai semua pihak terkait.

Bukan hanya soal materi , penyiar juga harus siap dengan cacian atau makian dari pendengar yang mungkin ga suka dengan cara bicara, topic yang dibawakan. Eits, jangan berkecil hati dulu. Dari sudut positifnya, penyiar juga harus siap dengan segala polah fans.

Bayangin, saat kamu ga siap. Apa yang akan terjadi ? Sedikit saya nambahin, prepare untuk segala kemungkinan ‘terburuk’, seperti mati-lampu, lidah kepleset (latah), gak ada yang nelpon, lupa script, lidah kelu dll. 

Sumber : http://www.penyiarradio.com/persiapan-siaran-persiapan-mental-dan-materi/

Older Entries