Sulit dipungkiri memang, bisa dikatakan sepeda motor adalah satu-satunya alternatif bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain secara mudah, irit, cepat, luwes dan efisien. Beberapa keunggulan sepeda motor dari mobil adalah seperti hemat bensin/ bahan bakar, lancar disaat macet, mudah dalam urusan parkir, biaya perawatan dan operasional yang rendah, harga beli yang murah dan terjangkau.

Umumnya sepeda motor menjadi harapan satu-satunya alat transportasi pribadi yang paling mungkin untuk dimiliki. Mobil dengan harga jual dan biaya operasional yang mahal sudah tentu menjadi barang tersier yang sulit terjangkau.

Berbagai kekurangan atau kelemahan sepeda motor antara lain seperti :

  1. Kurang terlindung dari hujan, polusi dan debu jalanan

  2. Kurang terlindung dari kecelakaan fisik

  3. Keluwesan dan kemudahannya mengundang kebiasaan mengemudi yang bodoh

  4. Harus memakai pakaian berkendara motor yang risih dan panas terlebih pada siang hari


Berikut ini adalah tips untuk para pengendara sepeda motor :

1. Berdo’a Sebelum Berkendara

Keselamatan kita hanya Tuhan yang memberikan. Jika kita ditakdirkan kecelakaan, mungkin dengan do’a kita, Tuhan dapat menghendaki lain dan akhirnya kita dapat selamat di jalan.

2. Cek Persiapan Dan Kelengkapan Berkendara

Cek kondisi kesehatan kita apakah cukup layak mengendarai sepeda motor di tempat umum. Hindari membawa motor ketika sedang sakit untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan. Periksa dan cek surat-surat serta kondisi sepeda motor mulai dari rem, ban, bahan bakar, lampu sampai ke pakaian kita.

3. Jangan Mudah Terpancing Emosi Di Jalan

Sifat egois, mudah terpancing emosi, mudah marah, mudah terhina adalah suatu kebodohan yang harus diubah. Terkadang disalip oleh kendaraan lain membuat kita tidak terima, apalagi yang menyalip adalah perempuan/ wanita. Dikepot atau dibuat kaget dengan rem mendadak pun bisa membikin kita naik pitam sehingga dapat membuat urusan jadi panjang.

4. Jangan Mengandalkan Insting

Beloklah ketika tidak ada kendaraan lain di belakang atau samping kita yang benar-benar di lihat dengan mata kepala sendiri. Jangan menyalip atau berbelok dengan kecepatan tinggi antara dua kendaraan dengan space yang kecil. Selain itu jangan terlalu PD untuk salip menyalip karena kita bisa tertabrak kendaraan dari arah berlawanan jika salah perhitungan. Jangan ambil resiko dengan peluang yang kecil, lebih baik pelan tapi selamat daripada NGEBUT tapi CELAKA.

5. Konsentrasi Penuh

Bila kesadaran berkurang entah karena sakit, ngantuk, stress, banyak masalah dan lain sebagainya sebaiknya naik angkutan umum saja. Mengendarai sepeda motor serta kendaraan bermotor kecepatan tinggi lainnya perlu konsentrasi penuh. Sedikit melamun, mengantuk, tertidur, kelamaan nengok dan lain sebagainya dapat membuat kita menabrak kendaraan atau sesuatu di depan kita. Sadari waktu dalam kemampuan reaksi kita mulai dari ada rem mendadak sampai berhenti lalu hitung kira-kira jaraknya berapa agar tidak menabrak depan kita.

6. Biasakan Mengalah Pada Begundal Jalanan

Apabila ada pengendara lain yang sedang emosi jangan kita layani kemarahannya. Cukup minta maaf, mengalah, legowo, lapang dada, berbesar hati menerima caci maki dan belaga pilon agar urusan tidak menjadi panjang yang justru bisa sangat merugikan kita.

7. Waspada / Hati-Hati Terhadap Kendaraan Umum Seperti Angkot dan Bus

Kendaraan umum seperti angkot dan bus kerap kali bersikap ugal-ugalan di jalan. Tidak jarang pula mereka menabrak kendaraan lain dengan berbagai alasan. Sebaiknya jangan melawan kendaraan umum yang lagi ugal-ugalan agar kita tidak diciderai oleh mereka.

8. Patuhi Peraturan dan Rambu Lalu Lintas Jalan Raya

Menyerobot lampu merah sebelum lampu hijau menyala sering terjadi. Sama halnya dengan menyerobot pintu perlintasan kereta api dan memutar arah tidak pada tempat yang diizinkan serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya. Semua itu bisa membawa malapetaka yang dahsyat jika kita sedang SIAL.

9. Jangan Mengambil Jalan Melawan Arus Atau Menghambat Arah Lawan

Terkadang ketika lampu merah, motor akan mengambil jalur arah berlawanan yang kosong. Awalnya mungkin hanya satu jalur motor, namun kelamaan pengendara motor yang brengsek tidak mau antri akan mengambil sisa jalur lawan yang ada sehingga kendaraan dari jalur berlawanan tidak bisa lewat dan menyebabkan macet total. Kendaraan dari arah lawan bisa berang/ khilaf yang mungkin saja bisa menabrak dan mencelakakan kita.


Deny Rosadi

Bulan K3 Tahun 2008