Kontinuitas sebuah kebijakan tidak pernah tuntas, akibatnya program pendidikan tidak pernah terarah dan selalu gagal mencapai sasaran.

Gejala seperti ini menjadi salah satu penyebab serius mengapa mutu pendidikan menjadi polemik berkepanjangan setiap saat. Kecemasan ini semakin bertambah kalau menterinya membawa pesan sponsor dari partai politik yang mengusungnya.