Memanfaatkan tempat pelatihan untuk mengasah keahlian sekaligus belajar bisnis.

Menjadi Pebisnis bisa dimulai dari tempat kursus dan pelatihan. Tinggal memilih, keahlian berbisnis apa yang Anda inginkan? Setelah dapat ilmu, baik teori maupun praktik, jangan takut untuk segera memulai berbisnis.

Menjadi pebisnis yang handal tak cukup hanya mengandalkan bakat. Keahlian juga perlu dipupuk. Salah satu cara sedehana dan murah untuk memupuk bakat dan keahlian adalah dengan mengikuti kursus atau pelatihan.

Ada banyak tempat kursus yang menyajikan beragam paket pelatihan khusus untuk perempuan. Jenis kursusnya pun sangat beragam, mulai kursus menjahit, tata rambut, tata kecantikan, tata rias pengantin, memasak, sampai membuat kerajinan tangan.

Di era sekarang ini, tempat kursus-kursus itu tak hanya mengajarkan keterampilan saja, namun sekaligus mengajarkan bagaimana mengembangkan keterampilan agar “jadi duit”.

Namun, yang perlu diperhatikan, sebelum memutuskan untuk mengikuti sebuah pelatihan, ada baiknya, Anda menentukan terlebih dahulu prioritas keahlian yang ingin diambil. Misalnya, jika mempunyai hobi memasak, tentu Anda akan lebih cepat pintar dan ahli kalau ikut kursus memasak.

Fariska Maharani, pemilik Maharani Craft, mengatakan, pelatihan yang dia sediakan memang khusus diperuntukkan perempuan yang hobi sulam menyulam dari bahan flanel. Dengan mengikuti pelatihan, bukan hanya skillmenyulam yang semakin terasah. Pelatihan juga memotivasi peserta untuk mengembangkan hobi itu menjadi usaha yang menguntungkan. Intinya, “Bagaimana menyalurkan hobi jadi bisnis”, ujar Fariska.

Kemampuan Bisnis

Lembaga pelatihan memang menyediakan berbagai paket pelatihan yang bisa Anda pilih, mulai dari jenis pelatihan tingkat dasar hingga pelatihan tingkat lanjut atau advanced.

Untuk mengikuti kursus, Anda harus menentukan terlebih dahulu prioritas keahlian yang ingin Anda pelajari. Metode pelatihan yang dipakai berbagai lembaga kursus lazimnya adalah pendidikan yang bersifat praktis. Teori hanya menjadi pengantar, selebihnya adalah praktik. Misalnya bagaimana cara membuat kerajinan tangan yang bagus dan siap untuk dijual di pasaran.

Fariska menambahkan, selain pelatihan praktik langsung membuat kerajinan flanel, peserta juga memperoleh pengetahuan tentang rahasia berbisnis di bidang ini. Misalnya bagaimana mendapatkan bahan baku yang murah sehingga bisa menekan ongkos produksi.

Agak berbeda dengan lembaga kursus lain, Fariska tidak menggunakan instruktur. “Saya bersama suami saya saja”, ujarnya. Namun karena sudah dikenal menghasilkan murid yang berhasil, ia terus kedatangan permintaan.

Fariska memceritakan, saat ini, banyak muridnya sudah berhasil membuat model-model flanel baru yang dijual di sentra aksesori Mester, Pasar Jatinegara.

Tempat kursusnya kini semakin berkembang, peserta pelatihan ditempatnya pun semakin bertambah. Fariska juga mengaku terus mendapatkan peserta dikelas menyulamnya. Setiap minggu, ia mendapatkan tidak kurang dari 10 orang peserta.

Para penyedia jasa kursus keterampilan dan bisnis itu memberikan saran bagi para perempuan agar tidak ragu untuk memulai bisnis mereka sendiri. Kalau menemui kesulitan untuk memulai bisnis, silahkan datang ke tempat pelatihan. “Jangan pernah merasa tua untuk belajar dan jangan pernah takut untuk berbisnis”. Ayo siapa yang berani menerima tantangan ini?

Disusun oleh : Epung Saefudin, Redaksi Tabloid KONTAN Kompas Gramedia Group (Edisi KARTINI, Wirausaha Kaum Hawa di Hal. 34)