Terlalu banyak para pengusaha UKM yang membuang-buang uang percuma, berusaha untuk mendapatkan pelanggan baru melalui cara yang sama perusahaan-perusahaan besar biasa lakukan (dengan menggunakan pemasaran massal). Iklan televisi, papan reklame, iklan majalah, surat, dll semua mahal nilainya dan sangat sulit untuk mengukur laba atas investasi yang telah kita keluarkan. Intinya mereka menghabiskan semua modal mereka pada pos promosi yang tidak memberikan nilai signifikan malahan terkadang gagal memperoleh pelanggan baru.

Bagaimana dengan promosi itu sendiri pada level UKM/ Usaha kecil?  Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari network/ jejaring/ jaringan/ bergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas adalah wadah bertemunya orang-orang lain dan tempat bertukar ide. Seperti saya yang telah 2 tahun terakhir bergabung dengan teman-teman pengusaha luar biasa dalam komunitas Tangan Di Atas dan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia.

Kenapa dalam berwirausaha harus ber-komunitas?

Setiap orang memiliki jaringan, teman, keluarga, dan pelanggan yang membutuhkan produk dan layanan setiap hari. Contohnya: ketika ada teman kita yang sedang membutuhkan komputer, kita referensikan bisnis teman kita yang baik dan jujur dalam usaha jual beli komputer. Ketika seseorang membutuhkan mekanik, kita refensikan bisnis teman kita yang bergerak dibidang mekanik. Sebagai imbalannya, orang-orang yang Anda referensikan bisnis, akan merujuk bisnis kepada Anda. Inilah yang biasa kita sebut sebagai The Power of Network. The Power of Network adalah ketika Anda mendapatkan rezeki yang tak kita kenal mengarah dan datang dari tempat-tempat yang mungkin tak terduga.

Seperti halnya pelanggan saya, dari komplek perumahan yang tidak jauh dari tempat saya tinggal. Menurutnya Toples Flanel yang kami buat itu sangat kreatif, bagus dan murah. Sehingga ia coba menawarkan ke teman-temannya. Dan alhamdulillah permintaan terus datang kepada kita. Inilah yang kita sering sebut sebagai The Power of Network.

Selanjutnya pelajari jaringan bisnis yang sudah besar pelajari kesuksesan dan kegagalanya, tujuannya untuk membantu pertumbuhan bisnis kita. Cari juga informasi tentang pameran produk sejenis yang kita tekuni. Tradeshows menjadi cara yang murah untuk memenuhi banyak pelanggan potensial satu per satu. Seperti event tahunan Inacraft misalnya, banyak buyer-buyer dari luar yang sengaja datang ke Indonesia untuk hunting perajian-perajin di Indonesia. Melalui pameran sahabat saya yang hendak memasuki pensiun di manufaktur PMA Jepang dikawasan Jababeka yaitu  Bp. Sugistiono, rutin mengirim ribuan produk recycle dari produk plastik limbah rumah tangga. Dan subhanalloh believe it or not dalam setiap bulannya bila ditotal profit yang ia raup dapat mencapai ribuan dollar.

Tertarik dengan berkomunitas?